Info Kuala Kapuas – Sebanyak 123 pelajar dari berbagai sekolah di Kabupaten Kapuas mengikuti seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tahun 2026. Seleksi tahun ini dilakukan dengan memanfaatkan sistem berbasis digital guna meningkatkan transparansi dan efisiensi.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap tahapan yang telah disiapkan oleh panitia.
Sistem Digital Tingkatkan Transparansi
Penggunaan sistem digital dalam proses seleksi dinilai mampu meminimalisir potensi kecurangan serta memastikan penilaian dilakukan secara objektif. Seluruh data peserta, mulai dari administrasi hingga hasil penilaian, terdokumentasi secara sistematis.
Langkah ini juga mempermudah proses monitoring dan evaluasi oleh panitia.

Baca juga: PWRI Kapuas Gelar Halal Bihalal, Perkuat Persatuan dan Dukung Pembangunan Kapuas Bersinar
Tahapan Seleksi Tetap Ketat
Meski berbasis digital, tahapan seleksi tetap dilakukan secara ketat, meliputi pemeriksaan administrasi, tes kesehatan, kemampuan fisik, serta wawancara. Peserta yang lolos akan diseleksi lebih lanjut untuk mewakili daerah pada tingkat provinsi hingga nasional.
Kualitas peserta tetap menjadi prioritas utama dalam proses seleksi.
Cetak Generasi Disiplin dan Berkarakter
Seleksi Paskibraka tidak hanya mencari peserta terbaik dalam hal fisik, tetapi juga karakter dan kedisiplinan. Program ini diharapkan mampu mencetak generasi muda yang memiliki jiwa nasionalisme serta tanggung jawab tinggi.
Para peserta yang terpilih nantinya akan bertugas dalam upacara peringatan hari kemerdekaan.
Harapan Proses Seleksi Lebih Modern
Dengan penerapan sistem digital, diharapkan proses seleksi Paskibraka ke depan semakin modern, transparan, dan akuntabel. Inovasi ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas penyelenggaraan kegiatan kepemudaan di daerah.
Langkah ini juga mencerminkan adaptasi terhadap perkembangan teknologi dalam berbagai aspek pemerintahan.















