Info Kuala Kapuas – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas menegaskan komitmennya dalam penataan kawasan Bukit Ngelangkang dengan memastikan tetap mempertahankan bangunan bersejarah yang ada di kawasan tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga warisan budaya sekaligus memperindah destinasi wisata lokal agar semakin menarik bagi pengunjung.
Bukit Ngelangkang, Simbol Sejarah dan Identitas Daerah
Bukit Ngelangkang dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki nilai historis dan budaya bagi masyarakat Kapuas. Di dalamnya terdapat sejumlah bangunan lama yang dianggap memiliki makna penting dalam perjalanan sejarah daerah.
“Bukit Ngelangkang bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga simbol identitas masyarakat Kapuas. Karena itu, penataan harus tetap menghormati nilai-nilai sejarah yang melekat,” kata Bupati Kapuas.
Penataan Berorientasi pada Wisata Ramah Budaya
Pemkab Kapuas menjelaskan, penataan kawasan ini tidak semata-mata fokus pada pembangunan fisik baru, tetapi lebih pada menciptakan tata ruang yang nyaman, ramah lingkungan, dan tetap mengedepankan kearifan lokal. Bangunan-bangunan bersejarah akan dilestarikan dan dipadukan dengan fasilitas wisata modern secara harmonis.
“Prinsipnya, kami ingin menghadirkan wajah baru Bukit Ngelangkang tanpa menghilangkan jejak sejarahnya. Penataan dilakukan dengan sentuhan seni arsitektur yang menghormati budaya,” ujar Kepala Dinas Pariwisata setempat.

Baca juga: Pemkab Kapuas Dorong Integrasi Ketahanan Pangan dan Penurunan Stunting
Menjadi Daya Tarik Wisata Baru
Dengan konsep penataan tersebut, Pemkab berharap Bukit Ngelangkang dapat menjadi magnet baru pariwisata di Kapuas. Keindahan alam berpadu dengan bangunan bersejarah diyakini mampu menarik minat wisatawan lokal maupun luar daerah.
“Kami ingin pengunjung tidak hanya menikmati panorama alam, tetapi juga bisa belajar sejarah dan budaya Kapuas. Bukit Ngelangkang akan kami jadikan ruang publik yang edukatif sekaligus rekreatif,” jelasnya.
Peran Masyarakat dalam Pelestarian
Pemkab juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan ini. Warga sekitar diharapkan turut aktif dalam menjaga kebersihan, merawat bangunan bersejarah, serta ikut serta dalam pengembangan ekonomi kreatif yang berbasis wisata.
Seorang tokoh masyarakat Kapuas menyambut baik rencana tersebut. “Kami mendukung penuh penataan ini asalkan nilai sejarah tidak dihilangkan. Justru dengan adanya wisata yang berkelanjutan, masyarakat sekitar bisa ikut merasakan manfaatnya,” ucapnya.
Harapan ke Depan
Pemkab Kapuas optimistis bahwa penataan Bukit Ngelangkang akan membawa dampak positif, baik dari segi pelestarian budaya maupun peningkatan ekonomi masyarakat. Dengan mempertahankan bangunan bersejarah, kawasan ini tidak hanya menjadi ruang wisata, tetapi juga pusat pembelajaran tentang perjalanan sejarah daerah.
“Bukit Ngelangkang akan kami tata menjadi destinasi unggulan Kapuas, yang tidak hanya indah, tetapi juga penuh makna. Kami ingin generasi mendatang tetap bisa menyaksikan jejak sejarah yang kini kami rawat,” tutup Bupati.















