Info Kuala Kapuas — Sekretaris Daerah Kabupaten Kapuas, Drs. Septedy, M.Si, memimpin rapat pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Pendidikan Politik Terpadu di Aula Bappeda Kapuas, Senin (13/10/2025). Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Kapuas untuk memperkuat pendidikan politik masyarakat menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2027 mendatang.
Rapat tersebut dihadiri oleh unsur Badan Kesbangpol, KPU Kabupaten Kapuas, Bawaslu, perwakilan partai politik, TNI/Polri, serta tokoh masyarakat dan organisasi kepemudaan.
Dalam sambutannya, Sekda Kapuas menegaskan pentingnya pembentukan Pokja ini sebagai wadah koordinasi lintas lembaga dalam memberikan pemahaman politik yang sehat, inklusif, dan beretika kepada masyarakat.
“Melalui pendidikan politik terpadu, kita ingin masyarakat Kapuas menjadi pemilih yang cerdas, rasional, dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang menyesatkan,” tegas Septedy.
Sinergi Lintas Lembaga untuk Pendidikan Politik
Sekda Kapuas menyebutkan bahwa pelaksanaan pendidikan politik tidak bisa dilakukan secara parsial. Diperlukan kerja sama antara pemerintah daerah, penyelenggara pemilu, partai politik, dan elemen masyarakat.
“Pokja ini nantinya menjadi motor penggerak edukasi politik yang menyentuh semua lapisan masyarakat — dari pelajar, pemuda, hingga kelompok perempuan dan komunitas adat,” jelasnya.
Ia menambahkan, pendekatan terpadu ini akan difokuskan pada kegiatan seperti sosialisasi tatap muka, pelatihan kader demokrasi, serta kampanye literasi politik melalui media sosial dan digital.
Menekan Potensi Konflik dan Politik Uang
Dalam rapat tersebut, Sekda Kapuas juga mengingatkan bahwa pendidikan politik yang baik berperan besar dalam mencegah konflik sosial serta praktik politik uang yang kerap muncul menjelang pemilihan umum.
“Kita ingin Pilkada nanti berjalan damai, bermartabat, dan bebas dari politik uang. Itu hanya bisa terwujud kalau masyarakat paham nilai-nilai demokrasi,” ujarnya.
Perwakilan Bawaslu Kapuas, dalam kesempatan yang sama, menegaskan bahwa pihaknya siap mendukung penuh langkah pemerintah daerah. “Edukasi politik yang konsisten akan memperkecil pelanggaran pemilu. Kami siap bersinergi melalui kegiatan bersama Pokja nanti,” ungkapnya.

KPU Kapuas Dorong Literasi Demokrasi
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Kapuas, yang juga hadir dalam rapat tersebut, menekankan pentingnya kolaborasi dalam meningkatkan partisipasi pemilih.
“Data partisipasi masyarakat di Pemilu terakhir cukup tinggi, tapi kualitas pemilih juga harus terus kita tingkatkan. Pokja ini menjadi wadah yang sangat strategis untuk itu,” ujarnya.
Ia berharap Pokja Pendidikan Politik Terpadu nantinya tidak hanya fokus pada kegiatan menjelang pemilu, tetapi juga membangun kesadaran politik sepanjang tahun.
Harapan Sekda: Bangun Kapuas yang Demokratis dan Harmonis
Di akhir rapat, Sekda Kapuas mengingatkan seluruh peserta untuk segera menyusun struktur organisasi dan rencana kerja Pokja, agar program pendidikan politik bisa berjalan efektif.
“Kita ingin Kapuas menjadi contoh daerah dengan masyarakat yang demokratis, beretika, dan mampu menggunakan hak pilihnya dengan bijak,” kata Septedy.
Ia juga menegaskan bahwa pendidikan politik harus dilandasi semangat persatuan dan cinta tanah air, bukan sekadar kegiatan formal menjelang pemilu.
Menuju Demokrasi Berkualitas
Dengan terbentuknya Pokja Pendidikan Politik Terpadu, Pemerintah Kabupaten Kapuas berharap kesadaran politik masyarakat semakin meningkat. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang transparan dan partisipatif.
“Demokrasi bukan hanya soal memilih pemimpin, tapi juga tentang membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kedamaian dan kemajuan daerah,” tutup Sekda Kapuas.















